Hm.. maksudnya apa kabar raga dan hatimu? *Ups Semoga baik-baik saja yaa kawan..
Oiya, aku hadir lagi dengan coretan baruuu..!! (ceritanya excited nihh)
Aku mau spoiler dikit tentang coretan yang aku bawa 😉
.
Aku tau, mentari berwarna cerah dan terang. Ia selalu membawa kehangatan. Tapi bagaimana jika yang cerah itu berubah jadi kelam??
Buat kamu yang mungkin pernah atau lagi ngerasain di posisi sedang menanti orang yang tepat, berharap pada seseorang, berkali-kali merasa kecewa, atau bahkan sampai menutup hati demi menghindari luka.. Ayo sini kumpul, mari kita berpelukan :')
Walaupun aku belum bisa memberi solusi, setidaknya kamu tidak akan merasa sendiri menjalani ini.. ada aku disini.. :') *uwwuuu
-
Mentari Ungu
Dari ufuk timur ia hadir kala itu
Menyapaku dengan hangat
Namun, membutakanku dengan sinarnya
"Apa yang ia inginkan?"
"Bukankah aku selalu menantinya?", Batinku
Dibalik awan, mentari bersembunyi
Namun, awan berpihak padaku
Berjalan perlahan dan tak lagi menutupinya
Hangat itu berubah menjadi terik.
Salahkah jika aku pikir ia itu jahat?
Tapi apa boleh buat..
Ufuk timur yang ku tatap setiap pagi,
Menghadirkan mentari yang hanya menambah luka lagi.
Salahkah aku jika menyalahkan semesta?
Yang mengizinkan pertemuan ini ada.
Salahkah aku jika menyalahkan keadaan?
Yang terlambat ungkapkan kepalsuan.
"Beginilah cara kami jadikanmu lebih kuat", ucap mereka
"Dengan luka? Lagi? Hahaha", tawaku miris
-
Luka membuat dunia ini gelap.
Langit retak dalam sekejap.
Cahaya terang, berubah ungu.
Hadirkan guntur yang sendu.
by : @filsaardelia

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
komentar positif yang membangun sangat diharapkan :)
tapi bukan berarti yang negatif gak boleh kok, siapapun bebas berkomentar :)
terima kasih