"Bagaimana bisa persatuan tercipta tanpa rangkulan?Jika visi tanpa misi hanya lewat dengan permisi.Apakah motto prioritas cukup jadi formalitas?Wahai, solidaritas."
Bagaimana dengan kita?
Kau memahami apa yang kau lalui.
Batu dan liku perjalanan yang kau temui.
Si paling pandai bersembunyi.
Hatimu terbuat dari apa?
Menyeimbangkan dengan tanganmu sendiri.
Memendam pedih yang menembus alas kaki.
Sedangkan kami si paling lugu.
Golongan manusia serba tak tahu.
Belajar saja kami butuh lebih waktu.
Hanya bisa berbagi bahagia dan harapan.
Pundak ini selalu siap menopangmu.
Namun, dimana sosokmu yang kami tunggu?
Jika memang ingin pergi,
Mengapa harus tanpa pamit?
Padahal bahagiamu adalah bahagiaku.
Apa hanya aku yang merasa begitu?
Apakah aku cukup asing bagimu?
Tak masalah, teman.
Do'a ku menyertaimu.
Dan pintuku selalu menanti hadirmu.
by : @filsaardelia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
komentar positif yang membangun sangat diharapkan :)
tapi bukan berarti yang negatif gak boleh kok, siapapun bebas berkomentar :)
terima kasih