Tulisan ini ditulis sekadar menyuarakan isi hati dan pikiranku.. Terkadang mereka memang beda suara, tapi pada kesempatan kali ini hati dan pikiranku sependapat tentang kejujuran yang dirasa percuma. Memang, tidak ada hal baik yang sia-sia, namun sejenak saja, biarkan aku berada di sudut pandang yang lain ya, kawan :))
Coretan ini mengekspresikan kebebasanku dalam menulis. Maka dari itu, aku tak meminta untuk diterima, sebab kita punya cara pandang yang berbeda. Tapi setidaknya, semoga bermanfaat untukmu, kawan.
Check it out!
***
Kejujuran yang Percuma
Ternyata benar,Sebaiknya dari awal aku diam.
Mengakui kesalahan yang sama sekali tak ku perbuat.
Karena menjelaskan pun akan terasa percuma.
Terkadang,
Kita hanya perlu diam dan tersenyum.
Sebab berkata jujur, akhirnya tetap sia-sia.
Terutama pada orang yang tak mempercayai kita.
Tenaga terkuras habis,
Kesabaran semakin menipis.
Hati tersenyum sambil meringis.
Percayalah apa yang kalian percaya.
Biarkan Tuhan yang menilai semua.
Sebab hanya Ia yang Maha Mengetahui segalanya.
Dan pada kenyataannya,
Aku hanyalah seorang diri.
Tidak ada orang yang percayai,
meski ku jaga kepercayaannya setengah mati.
Aku baik-baik saja bila tak didengar mereka,
Tapi menyakitkan bila orang terdekat menolak tuk percaya,
Aku seperti merasa tak punya siapa-siapa,
Namun akhirnya, percaya bahwa Tuhan sedang memelukku dengan lembutNya.
Ada saatnya dimana,
Jujur adalah suatu keharusan,
Dan ketika melakukannya, mereka bilang "itu bohong".
Ku pikir,
Tak apa jika tak punya seorang pun yang bisa memahami,
Lagipula mereka hanya bisa mendengar.
Dan tidak akan percaya. Percuma.
Tapi setidaknya, aku masih punya Tuhan,
Yang Maha Mengetahui tentang apa yang sebenarnya terjadi.
by : @filsaardelia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
komentar positif yang membangun sangat diharapkan :)
tapi bukan berarti yang negatif gak boleh kok, siapapun bebas berkomentar :)
terima kasih