Selama ini aku keliru,
Percaya janji indahmu,
Hingga bersikeras menambatmu.
Namun kini aku mengerti,
Bukankah kalian saling mengagumi?
Menjadi dinding diantara dua insan yang saling mengagumi.
Percayalah, sebab menahanmu akan selalu terasa sakit.
Mungkin do'a nya lebih kuat dariku,
Atau mungkin takdirmu bukanlah aku.
Menentang takdir rasanya seperti berjalan melawan arus yang deras.
Kaki ini akan sulit melangkah, bahkan sulit untuk bergerak, dan aku hanya bisa bertahan..
Rasanya seperti tidak mungkin, karena perlahan tenaga ini juga akan habis.
Aku akan tergelincir, terjatuh, terbentur bahkan terluka.
Pada akhirnya, aku memilih berbalik.
Berhenti menggenggammu.
Dan mengikuti arus takdir yang kuyakini lebih baik dari yang terbaik
Kini, kau bebas memilih pergi dan mencarinya.
Aku tidak akan menghalangi lagi.
Aku tahu melepasmu rasanya menyakitkan,
Namun tenang saja.
Mulai saat ini, aku akan belajar mencintai diri sendiri,
Dan mengikhlaskanmu tanpa menyimpan rasa sakit sedikitpun.
Ya, Ikhlas.
Awalnya hanya sepenggal kata yang diucap dengan terpaksa.
Namun seiring berjalannya waktu,
Aku mampu berdamai dengan kenyataan,
Dan menerimanya dengan lapang dada.
by : @filsaardelia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
komentar positif yang membangun sangat diharapkan :)
tapi bukan berarti yang negatif gak boleh kok, siapapun bebas berkomentar :)
terima kasih