04 Juni 2021
"Pada akhirnya aku sadar,Sejauh apapun aku mengejar,Sekeras apapun aku menggenggam,Jika dia diciptakan bukan untukku,Maka selamanya tak akan pernah berakhir denganku."
Hingga kini aku berada disituasi,
Dimana luka telah bersahabat dengan hati,
Bibir pun mampu tersenyum melihatnya pergi,
Membuang harapan bahwa dia akan kembali.
Dan memilih untuk berjalan sendiri.
Dimana luka telah bersahabat dengan hati,
Bibir pun mampu tersenyum melihatnya pergi,
Membuang harapan bahwa dia akan kembali.
Dan memilih untuk berjalan sendiri.
Teruntuk kamu, pilihannya
Ketahuilah,
Aku bagai memperbaiki tanaman yang hampir mati,
Menaburkan mimpi-mimpi dan sisa harapan yang aku miliki,
Bahkan menyirami dengan kasih sayang.
Meski beberapa kali aku menggoresnya,
Percayalah, getah semakin menguatkannya.
Nampaknya tanaman itu tumbuh dengan baik,
Angin kencang tidak lagi meruntuhkannya.
Belum sempat aku memetik buah,
Kamu telah menggantikan peranku.
Tapi tenang saja,
Aku tidak keberatan untuk itu.
Sebab rencana-Nya adalah yang terbaik, bukan begitu?
Mungkin aku dikirim memang untuk memperbaiki apa yang kamu miliki.
Dan aku enggan memaki tugas itu.
Selesai sudah tugasku untuk menyadarkannya,
Bahwa dunia begitu adil untuk mereka yang bersyukur.
Aku senang pernah menjaganya agar tetap hidup,
Meski kini, hidupku sudah tak lagi bersamanya.
by : @filsaardelia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
komentar positif yang membangun sangat diharapkan :)
tapi bukan berarti yang negatif gak boleh kok, siapapun bebas berkomentar :)
terima kasih