Seringkali ku temukan cerita kelam di social media,
Banyak luka yang dirasa,
Disia-siakan orang yang dicinta,
Dibuang layaknya tak berguna,
Bahkan perjuangan yang tak dihargai kekasihnya.
Terkadang aku bertanya-tanya,
Jika semua orang terluka,
Mengapa tidak ada yang mengaku melukai?
Jika semua merasa perjuangannya sia-sia,
Lalu mengapa yang mengabaikan tak angkat bicara?
Mungkinkah korban adalah pelaku masa lalunya?
Atau bahkan sebaliknya?
Tidak ada yang tau itu,
Kecuali diri masing-masing.
Maka, Izinkan aku bercerita sedikit saja,
Ini aku, si manusia pernah jatuh cinta,
Meski sejak dulu selalu terluka,
Aku tak menolak untuk bersua dengan rasa.
Mencintai dalam diam,
Bertepuk sebelah tangan,
Terjebak dalam zona pertemanan,
Bahkan ketika menjalin hubungan, kekasih selalu memutuskan.
Pernah dianggap tak berguna, dan selalu diam meski rasaku dipermainkan.
Apakah aku terkesan sangat terluka?
Boleh jadi kamu berpikir seperti itu,
Tak masalah, karena memang itu nyatanya.
Namun ketahuilah,
Aku tetap manusia,
Yang pernah melakukan kesalahan.
Menjadi pematah hati pun pernah ku perankan.
Dan seperti pada umumnya,
Kesalahan membuat sebuah pelajaran,
Enggan untuk ku ulangi kembali.
Jadi sebenarnya, aku adalah pelaku di masa lalu.
Bukankah karma masih berlaku?
Maka dari itu, aku tak masalah dilukai.
Semesta cukup adil bagiku.
Perihal berakhirnya hubungan,
Jika seseorang bertanya padaku tentang hubungan yang pernah ku jalin,
Sebisa mungkin aku yakinkan bahwa akulah yang salah.
Sebab yang bertanya padaku pasti berpihak pada "aku".
Jika aku menyalahkan diri sendiri,
Maka mereka tidak akan menghakimi.
Lalu bagaimana jika ku ceritakan detailnya?
Mungkin mereka akan memakinya.
"Cinta mana yang tega merusak reputasi orang yang dikasihi?"
Dan saat ini aku telah menebus kesalahanku.
Tapi jika masih ada seseorang berkata bahwa aku melakukan kejahatan,
Tanpa melihat bagaimana dirinya memperlakukanku dan orang lain.
Apalagi yang bisa kulakukan?
Bukankah setiap orang selalu merasa terluka akan kisahnya?
Itu hal yang wajar..
Karena mata tertuju pada orang lain, bukan diri sendiri.
Maka, penting sekali untuk intropeksi diri.
-
Bagaimana denganmu, kawan?
Pernahkah merasa terluka?
Mungkinkah bahwa sebenarnya kita lah yang pernah melukai? :')
Tapi, tenanglah kawan..
Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri, kan?
Yuk intropeksi diri sendiri ;) begitu juga denganku hehehe
by : @filsaardelia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
komentar positif yang membangun sangat diharapkan :)
tapi bukan berarti yang negatif gak boleh kok, siapapun bebas berkomentar :)
terima kasih